Avril Lavigne

Get Free Music at www.divine-music.info
Get Free Music at www.divine-music.info

Free Music at divine-music.info

Selasa, 28 Februari 2012

MEMBERIKAN NUTRISI MELALUI NGT

  Sejarah
Memberikan zat gizi langsung pada saluran pencernaan telah dikenal sejak zaman peradaban Mesir menggunakan zat gizi dalam makanan. Tabib dalam peradaban yunani menggunakan makanan yang mengandung susu, kaldu untuk mengatasi diare. Pada abad ke 19 , dokter-dokter di Eropa memberikan makanan yang mengandung ekstrak daging dan susu. Pada tahun 1598, seorang dokter dari Venesia dan Capivacceus, pertama kali menggunakan saluran pipa pada esofagus. Penggunaan pipa kecil dari perak melalui hidung hingga esofagus telah dilaporkan pada tahun 1617 untuk memberi makan klien yang mengalami tetanus. Perkembangan pemberian makanan melalui saluran cerna mulai di kembangkan pada abad ke 18 ketika Juhn Hunter menggunakan pipa nasogastric yang di buat dari kulit binatang untuk memberi makan klien yang mengalami gangguan fungsi menelan. Penggunaan pipa nasogastric kemudian menyebar pada abad ke 19. Pada tahun 1918 Andersen memperkenalkan konsep pemberian makanan enteral pada klien. Pada tahun 1959, Barron melaporkan keberhasilannya menggunakan makanan enteral pada ratusan klien paska bedah.
Dia menggunakan jus dan makanan hancur menjadi campuran yang halus kemudian di masukan melalui hidung dengan pipa. Makanan enteral merupakan suatu terobosan dalam pemberian zat gizi bagi klien dengan beragam penyakit yang secara potensial mempengaruhi morbilitas, mortalitas dan kualitas hidup. Meskipun demikian metode ini tidak selalu dapat memberikan manfaat yang diinginkan pada semua klien yang tidak dapat makan secara oral. Namun, memberikan nutrisi pada klien umumnya ada tiga macam yaitu memberikan nutrisi melalui oral, parenteral dan enteral.

   Pengertian Memberikan Nutrisi Melalui Oral
Tindakan ini merupakan tindakan keperawatan yang di lakukan pada klien yang tidak mampu memenuhi kebutuhan nutrisi per oral secara mandiri. memberikan nutrisi melalui oral ini adalah memberikan kepada klien secara langsung melalui mulut, dimana klien tidak bisa makan dan minum secara mandiri sehingga aktivitas makan perlu di bantu untuk memenuhi kebutuhan nutrisi klien.

 Pengertian Memberikan Nutrisi Melalui Parenteral
Memberikan nutrisi parenteral merupakan memberikan nutrisi berupa cairan infus yang dimasukan ke dalam tubuh melalui darah vena baik sentral (untuk nutrisi parenteral total) atau vena perifer (untuk nutrisi parenteral parsial). Memberikan nutrisi melalui parenteral dilakukan pada klien yang tidak dapat memenuhi kebutuhan nutrisinya melalui oral atau enteral (nasogastric tube). Tindakan keperawatan ini dilakukan pada klien yang mengalami mal nutrisi yang sangat berat yang akan menjalani pembedahan.


Pengertian Memberikan Nutrisi Melalui Enteral ( NGT )
Menurut Ellet (2004) memberikan nutrisi melalui Nasogastric Tube (NGT) adalah “Memberikan makan dalam bentuk cair dan minum melalui selang atau pipa NGT kepada klien yang tidak mampu makan secara normal”.
Sedangkan menurut  Metheny & Titler (2001) memberikan nutrisi melalui Nasogastric Tube ( NGT ) adalah “Memberikan makan dan minum dalam bentuk halus kepada klien yang dilakukan pemasangan  Nasogastric Tube (NGT)”.

Bahan Selang NGT
Pada umumnya, selang NGT yang digunakan terbuat dari bahan sebagai berikut :
1)    Karet
2)    Plastik
3)    Silik

  Jenis Ukuran NGT
Pada umumnya, ukuran selang NGT yang di gunakan yaitu sebagai berikut :
1)    Ukuran untuk bayi yaitu no 5-7
2)    Ukuran untuk anak yaitu no 8-16
3)    Ukuran untuk dewasa yaitu no 14-20

   Tujuan dan Manfaat
Memberikan nutrisi melalui NGT bertujuan untuk memenuhi, memperbaiki dan mempertahankan kebutuhan nutrisi klien yang tidak mampu makan dan minum secara normal. Sedangkan manfaatnya yaitu untuk mempertahankan metabolisme tubuh dan mempercepat penyembuhan luka.

   Prinsip
Adapun prinsip dari memberikan nutrisi melalui NGT adalah sebagai berikut :
1)      Steril.
2)      Makanan yang dapat diberikan adalah makanan cair dan makanan yang berlendir halus.
3)      Sebelum dan sesudah makan dianjurkan untuk memberi air hangat terlebih dahulu.
4)      Pastikan tidak ada udara yang masuk kedalam selang saat memberikan makan dan minum.
5)      Pastikan selang dalam keadaan tertutup selama tidak diberi makan.

      Persiapan Alat dan Bahan
1.      Spuit 20-60 cc
2.      Tissue atau kassa
3.      Handscoon ( Sarung tangan)
4.      Bengkok
5.      Klem
6.      Baki atau pengalas
7.      Mangkok yang berisi makanan dalam bentuk cair
8.      Gelas yang berisi air minum ( Air hangat )

       Prosedur Pelaksanaan
1)     Tahap orientasi
1.      Memberikan salam dan menyapa klien
2.      Memperkenalkan diri
3.      Menjelaskan kepada klien dan keluarga mengenai tindakan yang akan dilakukan
4.      Menanyakan persetujuan mengenai tindakan yang akan dilakukan
2)    Pelaksanaan
1.      Cuci tangan
2.      Siapkan peralatan, makanan dalam bentuk cair dan air minum hangat diatas baki kemudian simpan disamping tempat tidur klien
3.      Posisikan klien dalam posisi semi fowler (setengah duduk)
4.      Jika posisi duduk merupakan posisi yang nyaman bagi klien atau posisi miring kanan dengan kepala agak tinggi boleh dilakukan
5.      Gunakan handscoon (sarung tangan)
6.      Buka spuit yang telah terpasang, ketika akan membuka spuit pada pangkal selang NGT, klem terlebih dahulu dengan cara menekuk pangkal selang dengan menggunakan  klem, kemudian lepaskan spuit dari pangkal selang NGT, dan lepaskan kembali klem
7.      Kemudian lakukan aspirasi dengan menggunakan spuit yang telah terpasang, untuk memastikan kadar residu lambung
8.      Selanjutnya ambil air minum hangat terlebih dahulu yang sudah tersedia dalam gelas dengan menggunakan spuit dan masukan ujung spuit pada ujung pangkal selang NGT, tinggikan 45⁰ dari atas klien hingga air minum masuk
9.      Kemudian ambil makanan cair yang telah disediakan dalam mangkok dengan menggunakan spuit , lap ujung spuit dengan menggunakan tissue atau kassa dan masukan ujung spuit pada pangkal selang NGT, tinggikan 45⁰ dari atas klien hingga makanan masuk
10.  Lakukan berulang-ulang sampai makanan habis
11.  Terakhir beri air minum hangat kembali
12.  Buka handscoon (sarung tangan) buang pada bengkok
13.  Posisikan kembali klien kedalam posisi semula
3)    Tahap terminasi
1.      Mengevaluasi dan mencatat hasil tindakan
2.      Berpamitan dengan klien dan keluarga
3.      Bereskan kembali peralatan yang telah digunakan
4.      Cuci tangan


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar